Perjudian poker via Facebook ditangkap Polisi


Sebelas terdakwa perkara perjudian poker via Facebook dituntut masing-masing 7 bulan penjara pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/8).

Sebelas orang tersebut masing-masing tujuh di antaranya pemain game poker, dan empat lainnya adalah operator dan kasir yang menjual-belikan chip permainan judi online tersebut.
Ketujuh pemain poker via Facebook yang dituntut dalam persidangan ini masing-masing Kesuma Wijaya Sidauruk, M Nasir alias Aldo, Eman alias Liang Sun, Hendry alias A Hen, Haris Pratama Putra, A Seng alias A Sen alias M Ikhsan, dan M Zulfikar.
Empat lainnya adalah kasir warnet, yaitu Edi alias A Wi  dan tiga operator pentransfer chip, yaitu Bun Seng alias A Seng, Herwin alias A Cong, dan Deni Anggriawan. Kesebelasnya ditangkap petugas Polda Sumut  di Warnet Supernet milik The Tjong alias Tony di Kompleks Asia Mega Mas, Medan, 9 April 2012.Pertayaan sekarang, apa mereka memang benar penjudi?
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi dan Juliana Tarihoran meminta hakim menyatakan kesebelas terdakwa bersalah melanggar pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tujuh bulan penjara dipotong masa tahanan kepada masing-masing terdakwa,” kata Juliana saat membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Agus Setiawan.
Jaksa juga meminta agar barang-bukti uang tunai Rp 7 juta disita negara. Sedangkan 33 unit komputer, catatan, dan kartu perdana yang turut diamankan dari Warnet Supernet dimusnahkan.
Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Hakim Agus Setiawan memberi kesemptan kepada terdakwa menyampaikan pendapatnya. Kesebelas terdakwa yang hampir empat bulan ditahan di Rutan Tanjung Gusta ini sontak berdiri dan serentak memohon agar diberi keringanan hukuman.
Mendengar permohonan ini, Agus pun bertanya, “Semua minta keringanan, tidak ada yang minta dibebaskan? Kalau minta keringanan berarti mengaku bersalah atau semua ini mengaku bersalah. Yang merasa tidak bersalah angkat tangan,” pintanya.
Mendengar perintah itu, kesebelas terdakwa hanya mematung. Hakim Agus Setiawan pun menceramahi mereka agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Selanjutnya dia menunda sidang dan menjadwalkan sidang pembacaan putusan pada Senin (13/8).
Dalam perkara ini, chip yang dibeli kepada kasir atau operator warnet  akan ditransfer ke akun milik pemain dengan harga Rp 2.000 untuk chip dengan nominal 1.000.000 atau 1M. Jika memenangkan chip pada permainan poker di dunia maya ini, pemain dapat menjualnya ke operator atau A Wi dengan harga Rp1.700 per 1M.
Seluruh terdakwa mengaku permainan itu bersifat untung-untungan, terkadang menang, terkadang kalah.  Kemenangkan seorang pemain diketahui dari besaran chip yang dimilikinya. “Kalau kalah, bisa mengisi lagi. Mereka membayar pakai uang,” jelas A Wi.
Sementara itu, pemilik Warnet Supernet bernama  The Tjong alias Tony belum ditemukan. Polisi sudah memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kasus ini bermula tak kala, petugas Polda Sumut menangkap seluruh terdakwa saat bermain poker melalui Facebook di Warnet Supernet milik The Tjong alias Tony di Kompleks Asia Mega Mas, Medan, 9 April 2012 lalu.
Mereka digelandang ke kantor polisi kemudian ditahan dan dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHPidana karena dinilai melakukan perjudian melalui permainan poker di facebook

0 Response to "Perjudian poker via Facebook ditangkap Polisi"

Post a Comment